Senin, 11 Maret 2013

TUGAS MK PENYIDIKAN WABAH - PERBEDAAN ANTARA SURVEI EPIDEMIOLOGI, SURVEILANS EPIDEMIOLOGI, PENYIDIKAN EPID DAN PENYIDIKAN WABAH

PERBEDAAN SURVEI EPID dan SURVEILANS EPID
1.        Survei Epidemiologi
Adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang penyebaran penyakit atau cirri – cirri penyakit yang terdapat pada masyarakat dan factor – factor lain yang mungkin ada hubungannya dengan penyakit tersebut.
Kegunaan dari survei epidemiologi adalah untuk :
-          Mendapatkan diagnosis status kesehatan masyarakat
-          Menjelaskan penyebab dan riwayat penyakit, serta perjalanan alamiah penyakit
-          Memberikan kontribusi pada evaluasi upaya kesehatan.
Data hasil survey digunakan untuk mengetahui prevalens suatu penyakit. Survey dilakukan pada saat tertentu.
2.        Surveilans Epidemiologi
Adalah Pengumpulan, pengolahan, analisis  data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, serta diseminasi  informasi tepat waktu kepada pihak pihak yang perlu mengetahui sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
Data hasil survailans digunakan untuk mengambil keputusan atau tindakan yang tepat. (Last, 2001)
Definisi Surveilans Kesehatan Masyarakat menurut Thacker & Berkelman adalah pengumpulan, analisis, dan penafsiran data outcome-specific secara terus menerus dan sistematis untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi upaya kesmas.
Surveilans dilakukan secara terus menerus.

PERBEDAAN PENYIDIKAN EPID DAN PENYIDIKAN WABAH
1.        Penyelidikan Epidemiologi
Penyelidikan Epidemiologi merupakan suatu kegiatan penyelidikan atau survey yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran terhadap masalah kesehatan atau penyakit secara lebih menyeluruh.
Tujuan dalam Penyelidikan Epidemiologi : Mendapatkan besaran masalah yang sesunguhnya, Mendapatkan gambaran klinis dari suatu penyakit, Mendapatkan gambaran kasus menurut variabel Epidemiology, Mendapatkan informasi tentang faktor risiko (lingkungan, vektor, perilaku, dll) dan etiologi, Dari ke empat tujuan di tersebut dapat dianalisis sehingga dapat memberikan suatu penanggulangan atau pencegahan dari penyakit itu.
Hal-hal yang penting untuk diketahui: Konsep terjadinya penyakit, Natural history of disease, Dinamika penularan atau mekanisme penularan, Aspek lingkungan, Aspek administratif dan manajerial, Informasi yang dibutuhkan dalam PE berbeda untuk setiap penyakit, Aktifitas / kegiatan PE secara spesifik berbeda untuk tiap penyakit.

2.        Penyidikan Wabah
Suatu wabah dapat dideteksi dari analisis data surveilans rutin yang dilakukan secara tepat waktu yang menunjukkan adanya kenaikan jumlah atau terjadi kasus yang mengelompok diluar kebiasaan. Wabah juga dapat diketahui karena adanya laporan petugas, kader ataupun warga yang melaporkannya ke dinas kesehatan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan dinas kesehatan menyelidiki kemungkinan wabah. Alasan tersebut meliputi keperluan untuk :
a. Mengadakan penanggulangan dan pencegahan
b. Kesempatan mengadakan penelitian dan pelatihan
c. Pertimbangan program
d. Kepentingan umum, politik dan hokum

NAMA  : ATIK RAHAYU
NIM      : 2010110141097

REFERENSI :

Last JM (2001). "A dictionary of epidemiology", 4th edn, Oxford: Oxford University Press.
                                                       

http://www.kesehatanmasyarakat.info/?p=481 diakses pada 12 Maret 2013

Sabtu, 09 Maret 2013

Tugas MK Penyelidikan Wabah - Definisi Wabah



DEFINISI WABAH
1.    Wabah adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut (Anonim, 2013)
http://id.wikipedia.org/wiki/Wabah diakses pada 9 Maret 15:29

2.    Wabah adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas (Anonim, 2013)

3.    Wabah adalah terdapatnya penderita suatu penyakit tertentu pada penduduk suatu daerah, yang nyata jelas melebihi jumlah yang biasa. (Benenson, 1985)

4.    Wabah adalah berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
(Permenkes no 949 tahun 2004 tentang pedoman penyelenggaraan sistem kewaspadan dini KLB)

DAFTAR PUSTAKA :
Benenson A S .1985.Control of Communicable Diseases in man, 14 tahun edn. American Public Health Association, Washington.
______. 2004. Peraturan Menteri Kesehatan No. 949 tahun 2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (KLB).

KULIAH UMUM & TATAP MUKA PENERIMA BEASISWA KARYA SALEMBA EMPAT
16 maret 2013
@auditorium FISIP UNDIP 07.30-end
FREE
KUOTA TERBATAS